KOTABOGOR//SUARATNIPOLRI.COM/
Dalam upaya mempererat hubungan kelembagaan serta membangun sinergi dengan tokoh agama, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Adhitya Panji Anom, S.I.K., M.H.P., melaksanakan kegiatan silaturahmi dengan KH. TB. Kholidi, yang dikenal sebagai Mama TB. Holidi, selaku pimpinan Pondok Pesantren Ar-Rohmah Bakom.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun komunikasi, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjalin hubungan harmonis dengan para ulama dan tokoh masyarakat demi mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kota Bogor.
Silaturahmi ini juga mencerminkan pentingnya peran strategis ulama dan tokoh agama sebagai mitra masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai moral, memperkuat persatuan, serta membangun kesadaran bersama untuk menjaga kerukunan dan stabilitas sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolresta Bogor Kota juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan kalangan pesantren, khususnya dalam mendukung berbagai upaya preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Sementara itu, KH. TB. Kholidi atau Mama TB. Holidi menyampaikan apresiasi atas langkah silaturahmi yang dilakukan jajaran kepolisian. Menurutnya, komunikasi dan hubungan baik antara ulama, masyarakat, dan aparat kepolisian merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.
“Silaturahmi seperti ini sangat baik dan perlu terus dijaga. Ulama dan kepolisian memiliki peran masing-masing yang saling melengkapi. Kami sebagai tokoh agama tentu mendukung upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan masyarakat. Sebab, terciptanya lingkungan yang aman dan damai membutuhkan kebersamaan, komunikasi, serta kepedulian seluruh elemen masyarakat,” Imbuh KH. TB. Kholidi.
Lebih lanjut, pendekatan keagamaan dan kemasyarakatan yang dilakukan kepolisian melalui berbagai program, seperti Subuh Keliling (Subling), Jumat Keliling, dan Minggu Kasih, menjadi salah satu sarana untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.
Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara Polri, ulama, dan seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi ini menjadi modal sosial penting dalam menjaga persatuan, memperkokoh toleransi, serta menciptakan Kota Bogor yang aman, nyaman, religius, dan kondusif.
Sinergi Polri dan ulama bukan sekadar membangun komunikasi, melainkan menghadirkan kebersamaan dan tanggung jawab moral dalam menjaga kedamaian serta persatuan di tengah masyarakat.
(Septyan Candra)




