Aceh Timur // suaratnipolri.com/ 

25 Dua puluh lima desa masyarakat Muslim berkumpul didepan kantor camat Pante Bidari untuk mengumandangkan takbir (kalimat “Allahu Akbar”) sebagai tanda kemenangan setelah menahan diri dari hawa nafsu selama sebulan bulan Ramadhan, 30-Mar-2025.

Hadir dalam acara tersebut Marzuki m Jamil yang menjabat sebagai Kudus di desa senuebok saboh, mengatakan pada media ini. Takbiran adalah malam terakhir di bulan Ramadan, tepatnya setelah matahari terbenam pada hari terakhir puasa.

Takbir tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga simbol kebersamaan dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Di Aceh Timur, Malam Takbiran memiliki nuansa khas karena dipadukan dengan tradisi lokal. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan di masjid, tetapi juga di jalan-jalan atau lapangan, menciptakan suasana hangat dan penuh sukacita.

Setiap daerah di Indonesia memiliki cara sendiri merayakan Malam Takbiran. Di Aceh, misalnya, takbir sering dikumandangkan dengan iringan bedug dan kentongan, alat musik tradisional yang menambah semangat, pungkas Marzuki.

Masyarakat juga biasa mengadakan pawai obor atau lampu keliling kampung sambil membawa bendera bertuliskan kalimat takbir.

takbir dilakukan secara berkelompok dengan menggunakan pengeras suara di atas mobil atau becak hias.

Anak-anak hingga orang tua turun ke jalan, mengenakan pakaian baru sebagai persiapan menyambut Lebaran idul Fitri 1445 H

Tidak ketinggalan juga bagi kau wanita, rumah-rumah dihiasi lampu minyak atau lampion warna-warni, menambah semarak suasana malam.

Malam Takbiran menjadi momen yang dinanti oleh umat Muslim di Indonesia jelang Hari Raya Idul Fitri.
Malam ini diisi dengan lantunan takbir sebagai bentuk syukur setelah sebulan berpuasa.

Takbir tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga simbol kebersamaan dan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Tradisi Unik Malam Takbiran di Berbagai Daerah
Setiap daerah di Indonesia memiliki cara sendiri merayakan Malam Takbiran.

Di Aceh, misalnya, takbir sering dikumandangkan dengan iringan bedug dan kentongan, alat musik tradisional yang menambah semangat sambil membawa obor yang telah menyala.

Masyarakat juga biasa mengadakan pawai obor atau lampu keliling kampung sambil membawa bendera bertuliskan kalimat takbir.

Anak-anak hingga orang tua turun ke jalan, mengenakan pakaian baru sebagai persiapan menyambut Lebaran idul Fitri.

Kegiatan yang Sering Dilakukan pada Malam Takbiran
Selain mengumandangkan takbir, ada beberapa aktivitas lain yang umum dilakukan masyarakat Aceh pada malam ini pawai obor keliling.

Ibu-ibu biasanya sibuk memasak hidangan khas Lebaran seperti ketupat, opor ayam, atau rendang pada malam ini. Aroma rempah dan daging sering kali membaur dengan lantunan takbir dari masjid terdekat.

Lampu hias, lampion, atau hiasan bertema Islami dipasang di depan rumah atau sepanjang jalan. Tujuannya tidak hanya untuk keindahan, tetapi juga sebagai bentuk kegembiraan menyambut Hari Raya.

Tradisi Malam Takbiran bukan hanya tentang ritual keagamaan, tetapi juga menjadi wadah untuk memperkuat ikatan sosial.

Masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul tanpa memandang status ekonomi.

Kegiatan seperti takbir keliling atau bagi-bagi makanan mencerminkan semangat berbagi dan peduli terhadap sesama, terutama mereka yang kurang mampu.

Tidak heran jika Malam Takbiran selalu meninggalkan kesan mendalam bagi siapa pun yang merayakannya. Tutup marzuki (RI)