Ketapang//suaratnipolri.com/
Pembangunan normalisasi sungai memiliki manfaat utama untuk mengembalikan fungsi alami sungai dan mengendalikan banjir dengan meningkatkan kapasitas aliran air dan menstabilkan alur sungai. Hal ini dapat memberikan keuntungan ganda, baik dari aspek lingkungan maupun sosial-ekonomi bagi masyarakat sekitar.(15/1)
Program normalisasi Sungai Tolak Kecamatan Matan Hilir Utara Kabupaten Ketapang yang dilaksanakan oleh Pemrov Kalimantan Barat diharapkan membawa dampak nyata bagi masyarakat Kecamatan Matan Hilir Utara khususnya Desa Kuala Tolak. Kegiatan normalisasi sungai ini dinilai efektif mengurangi risiko banjir yang kerap melanda kawasan permukiman warga.
Pekerjaan normalisasi dilaksanakan oleh CV. Tiara Waringin Manunggal, yang bersumber dari APBD Provinsi Kalimantan Barat tahun 2025, dengan nama Kegiatan : Pengelolaan SDA dan Bangunan Pengaman Pantai Pada Wilayah Sungai Lintas Daerah Kabupaten/Kota, Paket Pekerjaan : Normalisasi / Restorasi Sungai Tolak Kecamatan Matan Hilir Utara Kabupaten Ketapang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Barat.
Selain berfungsi mengurangi potensi banjir, program ini juga memberikan dampak positif terhadap lingkungan sekitar. Kondisi sungai kini terlihat lebih bersih, rapi, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang bermukim di sekitarnya.
Langkah normalisasi meliputi pengerukan, pelebaran, pendalaman aliran Sungai Tolak, Upaya tersebut bertujuan memulihkan fungsi sungai agar aliran air lebih efektif dan tidak meluap ke permukiman warga, mengingat puncak banjir besar terjadi di penghujung tahun 2025 yang lalu.
Ham tokoh masyarakat Kuala Tolak, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Bapak Gubernur Kalimantan Barat, serta seluruh unsur yang telah melaksanakan program normalisasi sungai tersebut, dirinya berharap kegiatan ini dapat berlanjut, tidak hanya sebatas normalisasi sungai saja tetapi berupa pembangunan tanggul dan penguatan tebing. Menurutnya, program ini nantinya sangat akan dirasakan manfaatnya bagi masyarakat terutama petani dan nelayan, selaras dan sejalan yang dicanangkan Bapak Presiden Republik Indonesia untuk menciptakan ketahan pangan serta menjadi solusi nyata untuk mengatasi persoalan banjir yang dari tahun ketahun menjadi ancaman nyata bagi warga. Pungkasnya (Dedi)




