Pontianak, Kalbar//suaratnipolri.com/

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kalimantan Barat, Burhanuddin, memberikan dukungan penuh terhadap upaya kolaboratif lintas sektor dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dalam kegiatan pembinaan UMKM yang diinisiasi oleh Win Global Solusitama (WGS) bersama Dr. Hendra Firmansyah dan tim, Burhanuddin menyampaikan bahwa penguatan UMKM adalah langkah strategis menghadapi ketidakpastian ekonomi global.

 

Menurutnya, kegiatan ini menjadi angin segar di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Bukan hanya sebagai seremoni, program ini juga mencakup pelatihan teknis, ekshibisi produk, serta pendampingan UMKM secara berkelanjutan.

 

“UMKM adalah fondasi ekonomi rakyat. Di Pontianak saja, tercatat ada sekitar 17.800 UMKM aktif. Namun angka ini masih jauh dari ideal jika melihat potensi dan kebutuhan masyarakat,” kata Burhanuddin.

 

Ia menambahkan bahwa pengembangan UMKM tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. “Kolaborasi adalah kuncinya. Pemerintah, swasta, lembaga keuangan, dan masyarakat harus bersinergi agar UMKM kita benar-benar naik kelas,” tegasnya.

 

Langkah Nyata Dukung UMKM di Pontianak

Pemerintah Kota Pontianak juga telah menggelontorkan berbagai program pendukung, antara lain:

 

Pembangunan rumah kemasan gratis untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk.

Pengembangan pasar lokal untuk menampung dan memperluas jangkauan distribusi produk UMKM.

Pembebasan retribusi sebagai bentuk insentif fiskal.

Kemitraan dengan sektor perbankan dan swasta untuk memudahkan akses pembiayaan.

Pendampingan Berjenjang dan Berkelanjutan

Program yang dijalankan WGS tidak sebatas pada bantuan modal, tetapi mencakup Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dilakukan secara rutin dan berjenjang di seluruh kabupaten/kota se-Kalimantan Barat.

 

“Kami ingin menciptakan pengusaha yang tangguh dan mandiri. Bimtek dilakukan setiap bulan, dengan pendekatan dari dasar hingga lanjutan. Materinya disesuaikan dengan kondisi riil yang dihadapi pelaku UMKM,” jelas Burhanuddin.

 

Program ini didukung oleh Bank Syariah Indonesia, Bank Kalbar Syariah, serta lembaga mitra dari Kanada dan Swiss. Tahun 2022, dukungan investasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp1,5 triliun.(Kin NRA)