Pontianak//suaratnipolri.com/

Pemilik gudang oli merek Enduro yang diduga tidak memiliki izin pergudangan resmi dilaporkan mengancam Ketua AKPERSI Kalbar, Syaparahman. Insiden tersebut terjadi setelah Syaparahman melakukan investigasi terkait dugaan penyimpanan dan distribusi oli tanpa izin di sebuah gudang di Pontianak.

 

 

Ketua AKPERSI Kalbar, Syaparahman, menjelaskan bahwa dirinya mendatangi gudang tersebut dengan cara yang santun dan bertanya secara baik-baik kepada seseorang yang diduga sebagai kepala gudang. Namun, respons yang diterima justru berupa ancaman dari pihak pemilik gudang.(12/2)

 

 

Menurut Syaparahman, pemilik gudang mengaku memiliki izin lengkap, tetapi tidak dapat menunjukkan dokumen perizinan tersebut saat diminta. Ia juga menilai bahwa pemilik gudang tampak kurang memahami aturan pergudangan yang berlaku.

 

 

Selain itu, dokumen produk oli yang dikirimkan oleh pihak gudang disebut tidak menyertakan izin edar produk, sehingga menimbulkan keraguan terkait keabsahan dan legalitas produk tersebut.

 

 

AKPERSI Kalbar menyatakan akan terus memantau dan menginvestigasi kasus ini guna memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam penyimpanan dan distribusi oli mematuhi peraturan yang berlaku.

 

 

Pernyataan AKPERSI Kalbar:

 

Mengecam tindakan ancaman yang dilakukan oleh pemilik gudang terhadap Ketua AKPERSI Kalbar.

 

 

Akan terus memantau dan menginvestigasi kasus ini untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan.

 

 

Mengimbau masyarakat agar berhati-hati dalam membeli produk oli dan memastikan produk yang dibeli memiliki izin edar yang sah.

 

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengusaha atau pemilik gudang belum memberikan klarifikasi maupun tanggapan resmi terkait dugaan tersebut…

 

 

Tim gerak cepat..