Kapuas Hulu//suaratnipolri.com/
Sungguh ironis rumah sakit yang seharusnya menjadi tempat untuk pelayanan kesehatan publik dan kesehatan justru hanya menjadi ajang untuk mencari keuntungan semata.
Yang dimana seharusnya dokter Spesialis Bedah harus standby di tempat untuk memberikan pelayanan dan pertolongan terhadap pasien gawat darurat malah tidak ada ditempat.(02/4)
Hal ini menjadi sorotan media terkait buruknya kualitas dan pelayanan kesehatan publik di Kapuas hulu, dokter Spesialis Bedah Herdiansyah Frima Hasibuan yang merupakan dokter Spesialis Bedah justru tidak nampak di tempat kerjanya yaitu di RSUD ADP.
Banyak pasien yang harus ditangani namun sang dokter justru malah tidak ada di tempat,hal ini menjadi koreksi bagi pihak manajemen RSUD ADP Kapuas hulu dalam menyediakan layanan terhadap pasien nya.
Menurut keterangan yang berhasil dihimpun Dr Herdiansyah Frima Hasibuan Sp,B mendapatkan insentif sebesar Rp 60 juta rupiah perbulan,namun insentif sebesar itu tidak sesuai dengan kinerjanya sebagai tenaga kesehatan.
Ditemukan pasien penderita diabetes yang akan menjalani operasi amputasi yang harus segera ditangani, namun setelah ditunggu lama sang dokter tak kunjung datang,ini menjadi sorotan publik terhadap pelayanan kesehatan di RSUD ADP Kapuas hulu.
(Stevanus Afo)




