BOGOR//suaratnipolri.com/
Pesona kesenian tradisional Wayang Bambu Bogor kian memikat dunia internasional. Pada hari ini, Minggu, 12 April 2026, sebuah momen istimewa terjadi saat pasangan wisatawan asal Belanda, Marco dan istrinya, Zournekent, menempuh perjalanan jauh demi menuntaskan rasa penasaran mereka terhadap seni khas Kota Hujan ini.
Ketertarikan dari Negeri Kincir Angin
Kedatangan Marco dan Zournekent didasari oleh kekaguman mereka terhadap keunikan Wayang Bambu yang mulai terdengar hingga ke mancanegara. Setibanya di lokasi, mereka disambut hangat oleh sang pelopor sekaligus maestro Wayang Bambu, Ki Dalang Drajat Iskandar.(12/4)
Dalam pertemuan tersebut, Ki Dalang memaparkan secara mendalam mengenai:
Sejarah Wayang Bambu: Filosofi di balik pemilihan bambu sebagai material utama.
Proses Pembuatan: Teknik kerajinan tangan yang rumit untuk menciptakan karakter wayang.
Makna Budaya: Bagaimana Wayang Bambu menjadi identitas penting bagi masyarakat Bogor.
Antusiasme dan Apresiasi Tinggi
Mendengar penjelasan detail dari Ki Dalang, Marco dan Zournekent tampak sangat antusias. Mereka tidak hanya sekadar mendengarkan, tetapi juga ingin melihat langsung karya-karya seni yang diciptakan dengan ketelitian tinggi oleh tangan dingin Ki Dalang Drajat Iskandar.
”Kami sangat puas dengan penjabaran yang diberikan. Datang jauh-jauh dari Belanda rasanya sangat sepadan setelah melihat keindahan dan nilai seni dari Wayang Bambu ini,” ujar Marco.
Momen Kebangkitan Seni Lokal
Kunjungan ini menjadi bukti nyata bahwa Wayang Bambu Bogor memiliki daya tarik universal. Bagi Ki Dalang Drajat Iskandar, ketertarikan turis Belanda ini merupakan suntikan semangat untuk terus melestarikan dan memperkenalkan budaya Sunda ke kancah global.
Momen 12 April 2026 ini tercatat sebagai tonggak sejarah penting, di mana karya seni lokal dari bambu mampu menyentuh hati masyarakat Eropa, membuktikan bahwa kreativitas dari Bogor telah benar-benar “go international”. biro Bogor barat
vance ernique simarmata




