Aceh Timur//suaratnipolri.com/

Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Perlak Aceh Timur, Asnawi (Tuwan Tanah) Mendesak Pemerintah Indonesia segera menyelesaikan permasalahan ampat Pulo milik Aceh,

 

Anehnya ini muncul kisah baru dari tanah Serambi Mekkah, empat pulau yang secara historis kultural, dan administratif merupakan bagian dari Provinsi Aceh, tiba-tiba diklaim sebagai milik Sumatera Utara.

 

Kami bicara soal Pulau Mangkir Besar, Mangkir Kecil, Lipan, dan Pulau Panjang yang sejak masa kolonial hingga kini masuk dalam tapal batas Aceh, tepatnya Kabupaten Aceh Singkil

 

Namun dengan tiba-tiba, dalam data Kemendagri, status wilayah ini berubah ke tangan Sumatera Utara, tepatnya Tapanuli Tengah Ada apa ini.

 

Keputusan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian yang mengubah 4 pulau di Aceh Singkil, Provinsi Aceh masuk ke wilayah Sumatera Utara memicu kemarahan sejumlah eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka.

 

Pernyataan itu disampaikan kepada media ini, Minggu (15/06/2025) Panglima Wilayah Perlak, Asnawi alias Tuwan Tanah,

 

Sudah 12 tahun perdamaian Aceh belum ada apa-apa bagi Aceh, sebaiknya Pemerintah Indonesia Jangan mengkhianati dan jangan melukai hati rakyat Aceh, masih cukup banyak poin-poin perjanjian di Helsinki belum selsai jangan menambah lagi permasalahan dengan aceh, kata Asnawi Panglima Di Aceh Timur.

 

Sedangkan Aceh menjadi daerah pertama yang berhasil mengumpulkan dana untuk pembelian pesawat Seulawah RI-001, yang sangat vital bagi mobilitas dan komunikasi pemerintah RI pada masa awal kemerdekaan, kenapa sekarang Pemerintah Indonesia mengkhianati Provinsi Aceh.

 

Mereka menilai hal ini telah melenceng terhadap perjanjian damai Helsinki dan kedaulatan wilayah Aceh yang telah disepakati,sejumlah tokoh mantan Gerakan Aceh merdeka (GAM), secara terbuka eks Mantan Kombatan tidak Terima keputusan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian atas pemindahan ‘paksa’ 4 pulau di Aceh menjadi milik Sumatera Utara.Tutup Asnawi. (RI)