PONTIANAK//suaratnipolri.com/
Pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Pontianak periode 2025–2028 tengah mempersiapkan agenda penting yakni Pelantikan dan Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang akan digelar pada 8 Mei 2025. Sebagai bagian dari persiapan, seluruh panitia dan pengurus mengikuti rapat koordinasi pada Senin malam (5/5/2025) di Cafe Safira, Pontianak.
Ketua Panitia, Muhammad Ariq Farabi, S.M., menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan langkah awal untuk menyolidkan kepengurusan baru dan menyusun program kerja yang akan menjadi arah organisasi selama tiga tahun ke depan.
> “Kita kumpulkan pengurus baru untuk membahas teknis pelantikan, diklat, dan Rakercab. Kegiatan akan kita laksanakan dalam satu hari penuh, dari pagi sampai sore,” ungkap Ariq kepada awak media.
Sementara itu, Muhammad Iqbal Muthahar, Ketua Umum Terpilih BPC HIPMI Kota Pontianak, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara HIPMI, pelaku usaha lokal, pihak swasta, dan instansi pemerintahan.
> “HIPMI bukan hanya tempat berjejaring, tapi juga wadah yang bisa menciptakan dampak riil, khususnya bagi UMKM dan ekonomi lokal. Kami ingin menjalin kerjasama strategis dengan perbankan, termasuk soal akses permodalan dan pendampingan usaha,” ujar Iqbal.
Selain menjalin kemitraan dengan Bank Indonesia dan lembaga keuangan lainnya, HIPMI Kota Pontianak juga merancang program revitalisasi pasar tradisional. Rencana kegiatan tersebut meliputi roadshow literasi keuangan dan hiburan produktif di pasar-pasar seperti Pasar Tengah, Dahlia, Mawar, dan Kemuning.
> “Kita ingin menghidupkan kembali pasar-pasar rakyat. Kita rancang event literasi, sosialisasi produk halal, hingga kampanye cinta rupiah bersama BI,” tambah Ariq.
Kegiatan pelantikan dan Rakercab mendatang diharapkan menjadi tonggak awal pengurus baru dalam menjawab tantangan zaman serta membawa semangat kewirausahaan ke tengah masyarakat, utamanya di kalangan anak muda.
Dengan fokus pada program yang konkret, HIPMI Kota Pontianak siap menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan UMKM yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing tinggi di tengah dinamika global.(Kin NRA)




