Pontianak//suaratnipolri.com/
Pandemi COVID-19 yang melanda dunia sejak 2020 menjadi momentum lahirnya berbagai inovasi digital berbasis kebutuhan masyarakat. Salah satu inovasi yang kini mulai mendapat perhatian di Kalimantan Barat adalah Food Media, aplikasi pemesanan makanan karya anak bangsa yang hadir dengan misi besar: mengembalikan harga makanan daring setara harga offline, sekaligus memberdayakan pelaku UMKM lokal melalui sistem yang lebih adil dan berkelanjutan.(21/10)
Presiden Direktur Talenta Lokal, Herman Sujatmiko, menjelaskan bahwa ide besar ini berawal pada tahun 2021, di tengah keterbatasan sosial akibat pandemi. Saat itu, hampir seluruh aplikasi pemesanan makanan yang beroperasi di Indonesia merupakan produk asing dengan sistem biaya tambahan yang membebani konsumen dan pelaku usaha kecil.
“Kita melihat ada beban berlapis: ongkir dibayar, biaya layanan aplikasi dibayar, tapi harga makanan justru dinaikkan lagi. Kami berpikir, bagaimana kalau anak bangsa membangun aplikasinya sendiri — yang benar-benar berpihak pada masyarakat dan UMKM,” ujar Herman.
Melalui Food Media, Talenta Lokal berupaya menciptakan ekosistem ekonomi kerakyatan digital yang sehat. Aplikasi ini tidak hanya mempertemukan konsumen dengan pelaku kuliner lokal, tetapi juga memberikan layanan reservasi dan sistem manajemen bisnis yang memudahkan para pengusaha mikro untuk mengelola usahanya secara daring.
Fokus pada Harga Offline dan Perlindungan Mitra
Salah satu strategi utama Food Media adalah mengembalikan harga jual makanan daring agar setara dengan harga di tempat (offline). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus menjaga loyalitas pelanggan terhadap produk lokal.
Selain aspek harga, Food Media juga memberi perhatian besar pada kesejahteraan mitra. Setiap driver dan merchant yang tergabung akan otomatis mendapatkan asuransi jiwa dan kesehatan, sesuatu yang selama ini nyaris tidak dimiliki oleh kompetitor besar.
“Kami ingin mitra merasa aman dan tenang. Driver adalah tulang punggung layanan ini, dan mereka berhak atas perlindungan kerja yang layak,” jelas Herman.
Menariknya, para merchant Food Media juga otomatis tergabung dalam Koperasi Bumi Pasundan Sejahtera dan bisa mengakses pembiayaan KUR mikro dengan bunga ringan hanya 0,27% per bulan untuk modal usaha antara Rp5–10 juta.
Dukungan bagi 237 Ribu Pelaku UMKM Kalbar
Komisaris Food Media, H. Hendra Firmansyah, menegaskan bahwa kehadiran aplikasi ini di Kalimantan Barat bertujuan memperkuat daya saing 237 ribu pelaku UMKM yang tercatat di provinsi tersebut.
“Selama ini banyak pelaku usaha mikro kesulitan menembus platform besar karena biaya tinggi. Food Media hadir untuk menampung dan mengangkat potensi lokal agar bisa tumbuh bersama,” ungkap Hendra yang juga Komisaris WGS Building.
Ke depan, Talenta Lokal menargetkan ekspansi Food Media hingga ke jalur Pantura pada akhir tahun ini. Selain itu, perusahaan juga memperkenalkan konsep baru bernama Business Development Agent (BDA) — profesi digital baru yang memungkinkan siapa pun menjadi pengembang usaha dan entrepreneur melalui sistem agensi online.(Kin)




