Cianjur//suaratnipolri.com/
Merayakan seabad pengabdian bukan sekadar dengan kata-kata, tetapi dengan karya nyata. Semangat itulah yang mengemuka dalam Jalsah Tasyakur (Pertemuan Syukur) ke-100 Jamaah Muslim Ahmadiyah Indonesia (JMAI) di Kampung Ciparay, Cianjur. Selama tiga hari, 5-7 Desember 2025, rasa syukur atas karunia iman selama satu abad dituangkan dalam gelaran majelis ilmu, dzikir, dan yang paling menonjol: serangkaian aksi kemanusiaan konkret untuk masyarakat sekitar.
Kampung Ciparay,Desa Salagedang, Kecamatan Cibeber, selama tiga hari berubah menjadi pusat kegiatan yang memadukan ketenangan ibadah, kehangatan silaturahmi, dan semangat bakti sosial. Jalsah yang dihadiri jemaat dari berbagai daerah ini tak hanya diisi dengan pembinaan spiritual, tetapi juga menjadi wadah pengamalan iman secara nyata.
Aksi-aksi sosial seperti donor darah, program donor mata (donasi kornea), serta penyaluran bantuan kepada kaum jompo dan warga yang membutuhkan menjadi bukti nyata perayaan syukur mereka. Kegiatan ini menarik perhatian dan apresiasi dari warga setempat.
Ketua Panitia Jalsah Tasyakur ke-100, H. Asep Hisamudin, menegaskan bahwa semua aksi kemanusiaan tersebut berangkat dari pembinaan iman dan akhlak dalam komunitasnya.
“Donor darah, donor mata, sumbangsih kepada jompo dan yang lainnya, pada prinsipnya adalah buah dari pembinaan di dalam Ahmadiyah sendiri. Tujuannya agar setiap jamaah, ketika hidup dan bekerja di tengah masyarakat, senantiasa berlaku dengan baik dan penuh tanggung jawab,” ujar H. Asep kepada para peserta dan undangan.
Lebih lanjut, dia menekankan komitmen organisasinya untuk selalu beroperasi dalam koridor hukum Indonesia. “Organisasi kita legal, taat, dan patuh kepada negara. Ini adalah prinsip dasar kami dalam berkarya untuk bangsa dan agama,” tegasnya
Jalsah Tasyakur ke-100 ini menutup rangkaian acaranya pada Minggu(7/12/2025) dengan meninggalkan kesan mendalam. Bagi JMAI, momen ini bukan hanya tonggak sejarah 100 tahun, tetapi juga deklarasi visual Islam yang damai, progresif, dan penuh kasih melalui karya nyata.
Para jemaat pun kembali ke daerah masing-masing dengan semangat dan komitmen yang diperbarui untuk terus mengamalkan nilai-nilai inti yang dipegang: penghambaan kepada Tuhan dan pengabdian tanpa pamrih kepada sesama manusia, menyebarkan rahmat bagi semesta alam.
HDS/Ajib




