Sungai Kunyit, Kalbar//suaratnipolri.com/

Kebakaran terjadi di lahan kebun milik warga yang berada tepat di belakang rumah penduduk di wilayah Sungai Bundung, Kecamatan Sungai Kunyit. Peristiwa ini menghanguskan tanaman pisang, kelapa, serta sawit milik masyarakat setempat.(22/2)

 

Kebakaran tersebut menimbulkan kepanikan warga karena api berada sangat dekat dengan permukiman. Sejumlah warga berupaya melakukan pemadaman secara swadaya sebelum api meluas lebih jauh.

 

Menurut informasi di lapangan, lahan yang terbakar merupakan kebun produktif milik warga, bukan kawasan perusahaan atau hutan negara. Tanaman yang terdampak antara lain:

 

Pohon pisang

 

Pohon kelapa

 

Kebun kelapa sawit milik warga

 

 

Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai total luas lahan yang terbakar maupun estimasi kerugian material yang dialami warga.

 

 

—

 

🔎 Penyebab Kebakaran Masih Belum Diketahui

 

Terkait penyebab kebakaran, hingga saat ini belum dapat dipastikan. Belum diketahui apakah api berasal dari:

 

Kelalaian pembakaran sampah atau pembersihan lahan

 

Puntung rokok yang dibuang sembarangan

 

Faktor cuaca panas dan angin kencang

 

Atau unsur kesengajaan

 

 

Siapa yang membakar lahan tersebut juga belum dapat dipastikan karena tidak ada saksi yang secara langsung melihat awal munculnya api.

 

Warga berharap pihak berwenang segera melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kebakaran dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 

 

—

 

⚠ Imbauan kepada Masyarakat

 

Masyarakat diimbau untuk:

 

Tidak membuka lahan dengan cara membakar

 

Tidak membuang puntung rokok sembarangan

 

Segera melaporkan jika melihat titik api sekecil apa pun

 

Meningkatkan kewaspadaan terutama saat cuaca panas dan kering

 

 

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama, mengingat kebakaran lahan dapat dengan cepat meluas dan mengancam keselamatan rumah warga.

 

Saat ini kondisi api dilaporkan telah berhasil dikendalikan, namun warga tetap diminta siaga terhadap potensi bara api yang masih tersisa.

 

Perkembangan lebih lanjut masih menunggu hasil pendataan dan penyelidikan dari pihak terkait.

Kin