Kubu Raya//suaratnipolri.com/

 

Pengasuh Pondok Tahfidz Al-Qur’an Putri As-Syakur, Abas, S.Ag, menyampaikan kondisi pembangunan pesantren yang masih sangat membutuhkan dukungan dari para dermawan dan masyarakat. Pondok yang berlokasi di Dusun Kramat Satu Darat, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya ini berdiri atas inisiatif swadaya dan belum menerima bantuan tetap dari pemerintah.

 

“Pondok ini dibangun secara mandiri. Kami mengandalkan dana pribadi dan bantuan dari kawan-kawan yang peduli, khususnya yang sudah paham nilai-nilai Al-Qur’an. Sampai hari ini pembangunan masih terus berjalan, dan kami sangat berharap uluran tangan dari para donatur,” ujar Abas, saat ditemui di lokasi pondok, Kamis (9/5/2025).

 

Pondok As-Syakur secara khusus menampung santri putri dengan program utama menghafal 30 juz Al-Qur’an. Karena itu, para santri diharuskan untuk menginap agar dapat fokus dalam menjalani program tahfidz. Namun, keterbatasan sarana dan prasarana masih menjadi tantangan besar.

 

“Kita masih menghadapi banyak kendala, mulai dari akses jalan menuju pondok yang belum memadai, hingga kebutuhan sehari-hari para santri seperti makan tiga kali sehari. Alhamdulillah, sudah ada dua santri putri yang rutin membantu operasional pondok, tapi semuanya masih jauh dari cukup,” lanjutnya.

 

Abas juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memberlakukan biaya tetap kepada para santri. “Kami menerima iuran seikhlasnya, itupun hanya dari wali santri yang mampu. Bahkan ada santri yang belum pulang-pulang karena keterbatasan biaya,” ungkapnya.

 

Ia mengajak masyarakat, terutama yang memiliki kelapangan rezeki, untuk ikut andil dalam membantu pondok. “Setiap rupiah yang disumbangkan untuk mendukung para penghafal Al-Qur’an adalah sedekah jariyah, amal yang pahalanya akan terus mengalir. Mari kita bantu mereka yang sedang menghafal Kalamullah,” tutup Abas.

 

Untuk diketahui, Pondok Tahfidz Putri As-Syakur berdiri sejak tahun 2023 dan kini telah berjalan dua tahun. Dukungan berupa sembako dari warga sekitar memang ada, namun belum mencukupi kebutuhan harian para santri.(Kin NRA)