Sukabumi//suaratnipolri.com/

Langkah nyata menuju kemandirian ekonomi desa kembali terwujud dengan dimulainya pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Kampung Kamandoran, RT 04 RW 010, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Acara peletakan batu pertama yang digelar pada Jumat (17/10/2025) itu berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.

 

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Kopdes Merah Putih H. Solihin Dikrullah, Kepala Desa Karang Tengah Agung Pratama, S.IP, Danramil Cibadak Kapten Edi Rosana, serta Kasi PMD Kecamatan Cibadak Hendra. Hadir pula tokoh pemuda setempat Andra Alek, tokoh masyarakat, dan warga sekitar yang antusias menyambut berdirinya koperasi ini.

 

Dalam sambutannya, H. Solihin Dikrullah menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar tempat simpan pinjam, melainkan wadah penggerak ekonomi rakyat yang dikelola secara profesional dan transparan.

 

> “Kami ingin menghadirkan koperasi yang benar-benar menjadi milik bersama. Dengan semangat gotong royong, Kopdes Merah Putih akan menjadi penggerak ekonomi warga Karang Tengah,” ungkapnya.

 

 

 

Sementara itu, Kepala Desa Karang Tengah Agung Pratama, S.IP, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang berinisiatif mendirikan koperasi ini. Menurutnya, pembangunan Kopdes Merah Putih menjadi bagian penting dari upaya memperkuat ekonomi lokal berbasis desa.

 

> “Kami dari pemerintah desa siap mendukung penuh. Semoga koperasi ini mampu membuka lapangan kerja, memperluas usaha warga, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Karang Tengah,” ujarnya.

 

 

 

Di sisi lain, Danramil Cibadak Kapten Edi Rosana menilai pembangunan koperasi seperti Kopdes Merah Putih memiliki nilai strategis dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat bawah.

 

> “Koperasi bukan hanya urusan ekonomi, tetapi juga bagian dari menjaga kemandirian dan kebersamaan warga. Melalui kegiatan seperti ini, kita membangun semangat persatuan yang menjadi modal utama dalam menjaga keamanan dan ketahanan wilayah,” tuturnya.

 

 

 

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, simbol harapan agar pembangunan koperasi berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Momen ini juga menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong dan kemandirian tetap menjadi pondasi utama dalam membangun ekonomi desa yang berkelanjutan.

 

 

Reporter:Asep lodaya