Pontianak//suaratnipolri.com/
Musyawarah Daerah (Musda) XVI Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kalimantan Barat (Kalbar) yang digelar di Hotel Aston Pontianak mendadak diwarnai kericuhan. Sekitar pukul 16.00 WIB, sekelompok orang tak dikenal (OTK) menerobos masuk ke arena sidang pleno, yang tengah membahas Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Ketua Umum HIPMI Kalbar masa bakti 2021–2024, Gulam Mohamad Sharon.(17 mei 2025.)
Pleno langsung dihentikan, dan panitia menskors jalannya sidang hingga suasana kembali kondusif.
“Mereka bukan peserta Musda, bukan juga anggota HIPMI. Kami tidak tahu dari mana datangnya,” ujar Humas Musda, Tarjan Sofian, saat dikonfirmasi awak media.
Panitia akhirnya menunda sidang hingga pukul 18.20 WIB untuk menjaga ketertiban. Tarjan menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan mengganggu agenda utama Musda, yaitu pemilihan Ketua Umum BPD HIPMI Kalbar periode 2025–2028.
Menariknya, dalam Musda kali ini hanya terdapat satu calon ketua, Ridho Adyt Setiawan, yang resmi mengembalikan berkas pencalonan hingga batas akhir pendaftaran 5 Mei 2025. “Dari dua orang yang mengambil formulir, hanya satu yang mengembalikan. Maka sesuai mekanisme, ditetapkan sebagai calon tunggal,” terang Ketua Steering Committee, Febriadi.
Sebelum Musda, sempat muncul dinamika politik internal. Menteri Koperasi dan UKM RI, Maman Abdurrahman, pada Jumat (16/5), menyatakan dukungannya kepada Arief Rinaldi Norsan, putra Gubernur Kalbar. Namun, Arief tidak mengembalikan berkas dan tidak hadir dalam Musda.
Meski sempat memanas, panitia memastikan Musda tetap berjalan sesuai dengan tema besar kegiatan, “Transformasi Kepemimpinan Pengusaha Muda Menuju Pengusaha Tangguh, Kolaboratif dan Kompetitif.”
“Dinamika dalam organisasi itu biasa, tapi jangan sampai memutus silaturahmi,” tutup Tarjan.
Jika diperlukan, saya bisa bantu siapkan versi cetak, siaran pers resmi, atau layout untuk media sosial.(Kin)




