Pontianak//suaratnipolri.com/

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak memastikan akan melakukan penataan besar terhadap Terminal Batulayang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur di kawasan Pontianak Utara. Terminal yang selama ini dinilai kurang terawat itu direncanakan berubah menjadi ruang publik yang lebih hijau, bersih, dan humanis, sekaligus pusat aktivitas ekonomi malam hari.

 

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa Terminal Batulayang akan ditata ulang agar kembali memiliki fungsi strategis, baik sebagai simpul transportasi maupun ruang interaksi masyarakat.

 

“Kita akan tata. Pertama, fungsinya diperbaiki supaya lebih bagus, hijau, humanis, dan bersih,” ujar Edi, Senin (24/11/2025).

 

Menurutnya, setelah dilakukan revitalisasi, terminal tersebut tidak hanya digunakan untuk aktivitas transportasi umum, tetapi juga akan difungsikan sebagai pusat kuliner pada malam hari atau di waktu terminal tidak beroperasi. Langkah ini diharapkan dapat menghadirkan ruang ekonomi baru dan memberi peluang bagi pelaku UMKM lokal.

 

“Terminal itu tetap difungsikan sebagai terminal, namun pada malam hari atau saat kosong bisa dimanfaatkan sebagai pusat kuliner,” jelasnya.

 

Mulai Dikerjakan Tahun 2026

 

Edi memastikan bahwa proses penataan Terminal Batulayang akan dimulai pada tahun 2026 dan dilakukan secara bertahap hingga seluruh fasilitas dapat beroperasi secara optimal.

 

“Tahun depan, 2026, akan mulai. Prosesnya berlanjut sampai tuntas dan berfungsi dengan baik,” tegasnya.

 

Dorong Pemerataan Pembangunan di Pontianak Utara

 

Selain revitalisasi Terminal Batulayang, Pemkot Pontianak juga terus mempercepat peningkatan konektivitas di wilayah Pontianak Utara. Edi menyebutkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pemerataan pembangunan, mengingat kawasan ini menjadi salah satu pintu masuk utama menuju Kota Pontianak.

 

Dengan perencanaan penataan yang matang, Pemkot Pontianak berharap Terminal Batulayang dapat menjadi ikon baru kawasan utara—tempat yang tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis UMKM dan menciptakan ruang publik yang lebih layak bagi warga.(Kin Nora)