Mempawah//suaratnipolri.com/

Warga Kabupaten Mempawah dibuat kecewa dengan proyek pembangunan Sekolah Perhubungan yang hingga kini tak kunjung terealisasi. Menurut salah satu warga berinisial ED, proyek yang menggunakan dana APBD Kabupaten Mempawah sebesar Rp7 miliar itu hanya digunakan untuk penimbunan lahan di tepi sungai, tanpa ada kelanjutan pembangunan hingga saat ini.

 

“Kami sangat kecewa. Anggaran yang begitu besar hanya untuk menimbun tanah, tetapi sekolahnya tidak pernah dibangun. Hingga sekarang, lokasi tersebut terbengkalai dan jalan menuju ke sana pun rusak parah,” ujar ED kepada awak media Expose, enggan namanya disebutkan secara lengkap.

 

Kritik terhadap Kepemimpinan dan Lemahnya Pengawasan

Warga juga menyoroti kepemimpinan Bupati Erlina, yang kini sudah memasuki periode keduanya namun dianggap belum membawa perubahan signifikan, terutama dalam sektor pembangunan infrastruktur pendidikan.

 

“Sudah dua periode kepemimpinan, tapi proyek seperti ini masih saja mangkrak. Kami butuh transparansi, kejelasan, dan tindakan nyata. Jangan sampai anggaran yang seharusnya untuk kepentingan masyarakat malah sia-sia,” lanjut ED.

 

Tak hanya itu, ia juga mempertanyakan peran aparat penegak hukum (APH) dan anggota DPRD Kabupaten Mempawah yang dinilai tidak melakukan pengawasan dengan serius.

 

“Kami heran, kenapa aparat penegak hukum dan anggota dewan hanya diam? Bukankah mereka seharusnya menjadi wakil rakyat dan memastikan anggaran daerah digunakan dengan benar? Apakah ada kepentingan tertentu di balik proyek ini?” tegasnya.

 

Harapan Warga: Transparansi dan Tindakan Tegas

Warga Mempawah berharap ada audit dan investigasi menyeluruh terhadap proyek ini. Mereka mendesak agar pemerintah daerah, DPRD, dan aparat hukum mengambil tindakan nyata guna menuntaskan pembangunan yang telah direncanakan, sekaligus menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab jika ditemukan adanya penyimpangan anggaran.

 

“Kami tidak ingin janji-janji kosong lagi. Jika proyek ini memang untuk kepentingan masyarakat, segera realisasikan. Jangan biarkan uang rakyat terbuang sia-sia,” pungkas ED.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah daerah dan DPRD Mempawah belum memberikan pernyataan resmi terkait permasalahan ini.(Fajri)