‎BOGOR//suaratnipolri.com/

Padepokan Wayang Bambu Bogor sukses menyelenggarakan acara bergengsi bertajuk “Gelar Mahakarya untuk Generasi Muda” pada Sabtu, 30 Mei 2026. Acara yang sarat akan nilai budaya ini berlangsung khidmat di markas Padepokan Wayang Bambu Bogor, yang berlokasi di Kampung Cijahe, RT 06/RW 01 No. 71, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat.

‎Kegiatan ini dihadiri langsung oleh tokoh-tokoh penting padepokan, di antaranya

‎

‎Abah Edi Suardi (Ketua Padepokan Wayang Bambu Kota Bogor)

‎Ki Heri (Budayawan/Seniman Padepokan)

‎Ki Drajat Iskandar (Pupuhu/Pimpinan Padepokan)

‎Selain para tokoh adat dan budayawan, acara ini juga diramaikan oleh kehadiran civitas akademika dari dua perguruan tinggi lintas provinsi, yaitu Universitas Pakuan Bogor dan Universitas Nusa Unggul Jakarta. Kehadiran para mahasiswa dan dosen ini membawa angin segar bagi regenerasi pelestarian seni tradisional.

‎

‎Apresiasi Tinggi untuk Kepedulian Generasi Muda

‎Dalam sambutannya, Pupuhu Padepokan Wayang Bambu Bogor, Ki Drajat Iskandar, menyampaikan rasa haru sekaligus apresiasi yang luar biasa atas kehadiran dan semangat yang ditunjukkan oleh kedua universitas tersebut.

‎

‎”Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas antusiasme yang luar biasa dari Universitas Pakuan(Fadhilah Amaliya) Bogor dan Universitas Nusa Unggul Jakarta(Admit) terhadap budaya dan karya seni lokal. Di zaman yang serba digital ini, sungguh membanggakan melihat generasi sekarang ternyata masih sangat peduli terhadap budaya dan karya seni yang ada di negeri ini,” ujar Ki Drajat dengan penuh semangat.

‎

‎Beliau juga menambahkan bahwa Wayang Bambu bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan hidup yang sarat akan filosofi. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dari generasi muda, khususnya kaum intelektual dari kampus, menjadi kunci utama agar kesenian asli Bogor ini tidak punah ditelan zaman.

‎

‎

‎Sinergi Kampus dan Sanggar Seni

‎Ketua Padepokan, Abah Edi Suardi, juga berharap agar kolaborasi seperti ini tidak berhenti sampai di sini saja. Menurutnya, sinergi antara dunia akademis dan padepokan seni dapat melahirkan inovasi baru dalam memperkenalkan Wayang Bambu ke ranah internasional.

‎Acara Gelar Mahakarya ini diisi dengan berbagai penampilan memukau, mulai dari pengenalan sejarah Wayang Bambu, proses pembuatan tokoh wayang dari bambu, hingga pertunjukan cerita yang dibawakan dengan apik. Para mahasiswa yang hadir tampak antusias berdialog dan mencoba langsung memainkan wayang khas Bogor tersebut.

‎

 

‎Dengan suksesnya acara ini, Padepokan Wayang Bambu Bogor kembali membuktikan bahwa seni tradisi memiliki daya pikat yang tak lekang oleh waktu, asalkan dikemas dengan ruang kolaborasi yang tepat bersama generasi penerus bangsa.

‎

‎vance Ernique simarmata