Pontianak//suaratnipolri.com/

Suasana duka menyelimuti lingkungan RW 08 yang meliputi RT 01, RT 02, dan RT 03 atas wafatnya Ibu Juriah binti Muhammad Said, ibunda dari Saparudin (Bang Japar), Ketua RT 02 RW 08, yang meninggal dunia pada Kamis (11/6/2026).

 

Kabar duka tersebut mengundang simpati dan belasungkawa dari berbagai kalangan. Sejak pagi hingga siang hari, rumah duka dipadati para pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.

 

Mereka terdiri dari masyarakat sekitar, warga dari luar lingkungan, kerabat, sanak saudara, sahabat, rekan kerja, serta berbagai elemen masyarakat yang mengenal almarhumah dan keluarga.

 

Selain masyarakat umum, sejumlah perwakilan instansi pemerintah, unsur TNI, dan Polri juga tampak hadir untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

 

Ketua RW 08, Supriadi, yang juga merupakan kerabat keluarga, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhumah.

 

“Kami atas nama seluruh warga RW 08 mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Ibu Juriah.

 

Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, keikhlasan, serta ketabahan dalam menghadapi musibah ini,” ujarnya.

 

Ucapan serupa juga disampaikan oleh Ketua RT 03 RW 08, Muhammad Supandi, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC LPM Pontianak Utara.

Ia mengajak seluruh

keluarga besar untuk tetap tabah dan ikhlas menerima ketentuan Tuhan Yang Maha Esa

“Kami turut merasakan kesedihan yang mendalam.

 

Kepada Bapak Saparudin dan seluruh keluarga besar, semoga diberikan ketabahan dan kekuatan. Kehilangan orang tua adalah ujian yang berat, namun semoga menjadi pengingat bahwa setiap manusia akan kembali kepada Sang Pencipta,” kata Muhammad Supandi.

 

Menurut warga setempat, almarhumah Juriah dikenal sebagai sosok yang ramah, mudah bergaul, dan aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Beliau kerap hadir dalam berbagai kegiatan sosial, baik dalam suasana suka maupun duka, serta dikenal memiliki kepedulian yang tinggi terhadap sesama warga.

 

Kepribadian almarhumah yang sederhana, penuh perhatian, dan senantiasa menjalin hubungan baik dengan tetangga menjadikan beliau sosok yang dihormati dan dicintai masyarakat sekitar.

 

Di usia 67 tahun, kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat yang mengenalnya.

Atas nama Ketua RT 01, Ketua RT 03, serta tokoh masyarakat RW 08, termasuk Bustami, disampaikan ucapan belasungkawa yang setulus-tulusnya kepada keluarga besar Saparudin.

 

“Semoga almarhumah diterima di sisi Allah SWT, dilapangkan kuburnya, diterangi alam kuburnya, diampuni segala khilafnya, dan ditempatkan di surga-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.”

 

Kepergian Ibu Juriah binti Muhammad Said menjadi kehilangan besar bagi masyarakat RW 08. Warga mengenangnya sebagai sosok ibu yang baik hati, peduli terhadap lingkungan, dan selalu hadir dalam kehidupan sosial masyarakat.

 

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhumah husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT…

 

M,supandi/ kaperwil kalbar…