CIANJUR//suaratnipolri.com/
Suasana pernikahan biasanya identik dengan deretan kursi tamu, panggung dekor, dan alunan musik. Namun berbeda dengan apa yang terjadi di Cianjur akhir pekan ini. Ratusan offroader dari berbagai daerah di Indonesia tumpah ruah bukan hanya untuk menghadiri walimatul nikah, melainkan untuk menaklukkan jalur lumpur dalam acara Mopras (Moro Parasmanan) pernikahan Fikri dan Deyanti.
Acara trabas motor trail yang digelar pada Sabtu (19/9/2026) ini menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian syukuran pernikahan yang puncaknya digelar Minggu (20/9/2026). Mengambil titik start dari Jamaras Desa Sarampad dan finis di Gedeh Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, kegiatan ini sukses menyedot perhatian pecinta trail tanah air.
Panitia mencatat sebanyak 500 peserta ikut serta dalam trabas ini. Jalur yang disiapkan membentang sejauh kurang lebih 35 kilometer, menantang adrenalin para rider dengan medan khas Cianjur yang berbukit dan berlumpur. Rute ini disediakan langsung oleh komunitas BESTIE OFROAD yang dikomandoi oleh Indra (Ibel) bersama H. Puding sebagai ketua panitia.
Erlin Marlina, yang bertugas sebagai panitia penerima registrasi, menyampaikan bahwa setiap peserta dikenakan iuran udunan jalur sebesar Rp50.000. Iuran tersebut kemudian ditukar dengan kupon makan.
” Ini murni acara silaturahmi. Iurannya hanya untuk konsumsi dan dukungan logistik jalur,” ujarnya kepada awak media.
Antusiasme peserta tidak hanya terlihat di garis start. Di titik finis, panitia menyiapkan kejutan berupa tanjakan saweran perdana yang diberi nama “Jaya Berkah Family”. Tanjakan ini menjadi magnet tersendiri karena peserta yang berhasil melewatinya disambut dengan suasana saweran—sebuah tradisi khas yang menambah semarak acara.
Momen ini menjadi puncak keceriaan setelah para peserta lelah melibas medan offroad. Host kondang Ucuy Cihuy yang memandu acara dari panggung berhasil menjaga energi peserta tetap tinggi hingga sore hari.
Bagi komunitas offroader, trabas bukan sekadar menyalurkan hobi. Kegiatan ini memiliki makna mendalam tentang ketangguhan dan kebersamaan. Seperti halnya motor trail yang dirancang siap menghadapi medan apa pun, pernikahan pun membutuhkan kesiapan menghadapi rintangan hidup bersama. Filosofi ini sejalan dengan semangat yang kerap diusung dalam acara-acara trail pernikahan di berbagai daerah.
Acara Mopras ini tidak hanya menjadi perayaan cinta Fikri dan Deyanti, tetapi juga menjadi bukti bahwa hobi dan kebahagiaan bisa berjalan seiring. Bagi 500 offroader yang hadir, hari itu bukan sekadar trabas biasa—melainkan trabas penuh berkah.
(Asep)




