Kubu Raya//suaratnipolri.com/

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Gus Hadi Al Mubarok, pengasuh Pondok Pesantren di Kabupaten Kubu Raya, menggelar kegiatan pengobatan massal dengan metode terapi dzikir dan terapi Al-Qur’an (Metode Ruqyah an Nahdhiyah Hipnoterapi).

Kegiatan ini ber Alamat pondok santri sehati Jln. Parit Haji Muksin 2 Komplek Zamrud Permai No a11

Sungai Raya. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan jamaah dari kalangan muslimat dan warga sekitar, termasuk peserta dari Kabupaten Mempawah dan Kota Pontianak.(19/10)

 

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan kegiatan dalam rangka Hari Santri Nasional di Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini berupa pengobatan massal terapi dzikir dan terapi Al-Qur’an atau ruqyah syar’iyyah. Intinya, Al-Qur’an bisa mengobati semua penyakit, baik medis, nonmedis, maupun psikis — tergantung niat kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Gus Hadi Al Mubarok kepada awak media.

 

Menurutnya, manfaat pengobatan berbasis Al-Qur’an tidak hanya untuk kesembuhan fisik, tetapi juga memperkuat iman dan keyakinan seseorang. “Kalau berobat dengan dokter, kita bisa sembuh. Tapi kalau dengan Al-Qur’an, selain sembuh, iman kita juga bertambah,” ujarnya.

 

Gus Hadi menjelaskan bahwa kegiatan pengobatan ini sudah rutin dilakukan sejak tahun 2018 di berbagai daerah di Kalimantan Barat, termasuk Pontianak, Mempawah, Sintang, Melawi, dan Ketapang. “Kami datang ke masjid, majelis taklim, atau mushala sesuai undangan jamaah. Semua pengobatan ini gratis, hanya dibuka untuk infak seikhlasnya. Tidak boleh menentukan nominal biaya,” tegasnya.

 

Selain aktif berdakwah dan memberikan pelayanan ruqyah, Gus Hadi juga memiliki Pondok Pesantren di Jalan Parit Haji Musim II Komplek Sungai Nomor 11, Pondok Cabe Jati, Kubu Raya, yang setiap hari melayani terapi kejiwaan dan spiritual seperti stres, depresi, trauma, dan ketergantungan narkoba.

 

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya menjalin kerja sama dengan Puskesmas Kopling. “Kami bekerja sama dengan tenaga medis. Kalau pasien ternyata mengalami gangguan medis, kami arahkan ke Puskesmas. Sebaliknya, kalau di Puskesmas ada pasien dengan gangguan nonmedis, mereka arahkan ke kami,” jelasnya.

 

Gus Hadi menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang pelatihan bagi calon praktisi ruqyah di berbagai kabupaten di Kalbar. Ia berharap metode pengobatan berbasis Al-Qur’an dapat menjadi alternatif penyembuhan yang bermanfaat bagi umat.

 

“Harapan kami, kegiatan ini bisa terus bermanfaat untuk masyarakat luas. Selain sebagai dakwah, ini juga bentuk ikhtiar untuk menolong sesama dengan cara yang diridhai Allah,” pungkasnya.

 

Pewarta:Kin